Selasa, 02 November 2010

"TUHAN..kasihanilah..kasihanilah..kasihanilah..Indonesiaku.."

Dikutip dari buku renungannya Peti Penghartaan Bagi Tuhan, oleh Pdt. Elson Lingga

Saya pernah mendengar doa yang terdiri dari lima kata, yang sangat besar kuasanya. Berawal dari kejadian antara tahun 1967-1988. waktu itu tengah diadakan sinode kerja GKPI, di Medan. Banyak orang menyangka bahwa dalam sinode ini akan terjadi perubahan besar, yang mungkin menimpulkan banyak persoalan. Anggota jemaat yang berduyun-duyun datang ke sana, senantiasa berharap agar persoalan-persoalan itu jangan timbul. Dan memang akhirnya persoalan-persoalan itu tidak timbul. Saya yakin keadaan damai suka cita tersebut tidak lain dari hasil doa Bapak Bishop Pdt. Dr. Andar Lumbantobing almarhum, yang sangat sejuk dan menggugah. Doa yang hanya terdiri dari lima kata yaitu:

“Tuhan
Kasihanilah,
Kasihanilah,
Kasihanilah,
Gereja-Mu.”

Doa tersebut begitu sejuk dan menggugah, hingga keseluruhan peserta terharu. Bukan itu saja, semangat doa tersebut menginspirasi seluruh menggumuli tahapan-tahapan persidangan hingga berakhir dengan sukacita.
Doa memang merupakan sarana yang kita butuhkan untuk mengubah situasi. Situasi-situasi yang kita hadapi hendaknya kita sikapi melalui permohonan di dalam doa kepada Tuhan seperlunya. Ada orang yang tidak berani berdoa karena taidak dapat berdoa dengan panjang. Tuhan juga pernah mengkritik agar jangan berdoa seperti orang munafik, yang berdoa di pinggir jalan dan doanya panjang dan bertele-tele. “Jadi janganlah kamu seperti mereka karena Bapamu mengetahui apa yang kamu perlukan sebelum kamu meminta kepada-Nya” (Mat 6:8)

....................................................................................

Dan melihat kondisi bangsa Indonesia saat ini, mungkin sudah saatnyalah kita bersama-sama bersatu dalam doa untuk memohon belas kasih Tuhan kita..

"TUHAN..kasihanilah..kasihanilah..kasihanilah..Indonesiaku.."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar