Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 11 Desember 2011

Helen Keller


Semalam, ketika mengikuti Ibadah Perayaan Natal NHKBP Padang Bulan ada sebuah kisah yang sangat inspiratif yang dipertunjukkan dalam sebuah video dokumenter, kisah tentang seorang yang tidak biasa dengan kisah hidup yang sangat luar biasa. dialah Helen Adams Keller.


Helen Keller terlahir normal, namun karena panas tinggi yang dideritanya saat usia 19 bulan, Helen akhirnya menjadi buta dan tuli. Helen tumbuh menjadi anak yang pemarah karena kegelapan dan kesunyian yang ia rasakan. Hingga akhirnya diusia 7 tahun ia mendapatkan seorang guru bernama Anne Sullivan, guru yang tekun dan penyabar. Sang guru mengajak Helen ke sebuah pompa air tua, lalu Helen diminta untuk merasakan air yang keluar dari pompa tersebut. Helen merasakan kesejukan di kedua telapak tangannya, mulai hari itu Helen belajar kata pertamanya dalam bahasa isyarat, yaitu kata W-A-T-E-R (A-I-R). Sejak saat itu Helen mengalami metamorfosis dari kehidupannya yang sebelumnya. Gadis kecil buta dan tuli itu tidak lagi ingin melihat dunia tapi ingin merasakannya dengan segala kemampuannya. Ia belajar bahasa Perancis, Jerman, Yunani dan Latin lewat Braille. Pada usia 20 tahun, ia kuliah di Radcliffe College, cabang Universitas Harvard khusus wanita. Annie menemani Hellen untuk membacakan buku pelajaran, huruf demi huruf lewat tangan Helen dalam huruf Braille. Hanya 4 tahun, Helen lulus dengan predikat magna cum laude.


Singkat cerita Helen menjadi wanita yang sangat berpengaruh saat masa hidupnya. Bahkan ia dijuluki sebagai Keajaiban Dunia yang Ke-8. Helen Keller telah berhasil bermetamorfosis dalam hidupnya. Hal itulah yang menurut saya paling penting dalam hidupnya. Ia mampu keluar dari dirinya yang dulu menjadi dirinya yang lebih baik.
Dan pagi ini saya mendengar khotbah tentang metanoya, yang berarti perubahan atau pertobatan. Ada banyak contoh poses perubahan tapi tidak semuanya berubah menjadi baik. Ular mampu berganti kulit, tapi ia tetap menjadi ular, berbeda dengan ulat yang bermetamorfosis menjadi kupu-kupu yang disukai banyak orang. Helen Keller adalah contoh hidup metanoya dan sebuah saksi hidup dalam Tuhan tidak ada yang mustahil.

Jumat, 02 Desember 2011

Teori Konspirasi dan Misteri tanggal 26 ? ?


Tanggal 3 bulan kedua, Walter Sparrow (Jim Carrey) berulang tahun dan mendapat kado buku dari istrinya, buku itu berjudul "23". Sejak hari itu Walter terobsesi dengan angka 23, seperti itulah kisah dalam film yang berjudul The Number 23. Sama seperti Walter, Indonesia sepertinya mulai terobsesi pada kejadian buruk pada tanggal 26. Tanggal 26 sepertinya menjadi tanggal bencana untuk Indonesia bahkan untuk dunia ini. Ada banyak bencana terjadi pada tanggal 26, antara lain:
Tsunami besar Aceh terjadi pada 26 Desember 2004
Gempa Yogyakarta terjadi pada 26 Mei 2006
Gempa Tasikmalaya terjadi pada 26 Juni 2010
Tsunami Mentawai terjadi pada 26 Oktober 2010
Meletusnya gunung Merapi terjadi pada 26 Oktober 2010
Dan yang paling terbaru adalah:
Rubuhnya Jembatan Kutai Kertanegara yang terjadi pada 26 November 2011
Dan kejadian lain di luar Indonesia, seperti:
Tanggal 26 Januari 1531, gempa bumi di Lisbon Portugal, 30.000 dinyatakan tewas.
Tanggal 26 Januari 1700, gempa di laut Pasifik. Dari Vancouver Island, Southwest Canada of British Columbia hingga Northern California USA, dikenal sebagai Megathrust Earthquake.
Tanggal 26 Juli 1805, gempa bumi di Naples, Calabria, Italy 26.000 orang dinyatakan tewas.
Tanggal 26 Agustus 1883, Gunung Krakatau meletus, 36.000 orang diperkirakan tewas.
Tanggal 26 Desember 1861, gempa bumi di Egion, Yunani.
Tanggal 26 Maret 1872, gempa bumi di Owens Valley, USA.
Tanggal 26 Agustus 1896, gempa bumi di Skeid Land, Islandia.
Tanggal 26 November 1902, gempa bumi di Bohemia yang sekarang dikenal dengan Czech Republic.
Tanggal 26 November 1930, gempa bumi di Izu.
Tanggal 26 September 1932, gempa bumi di Lerissos, Yunani.
Tanggal 26 Desember 1932, gempa bumi di Kansu, Cina, menelan korban 70.000 orang tewas.
Tanggal 26 Oktober 1935, gempa bumi di Colombia.
Tanggal 26 Desember 1939, gempa bumi di Erzincan, Turki, menelan korban 41.000 orang dinyatakan tewas.
Tanggal 26 November 1943, gempa bumi di Tosya Ladik, Turki.
Tanggal 26 Desember 1949, gempa bumi Imaichi, Jepang.
Tanggal 26 Mei 1957, gempa bumi di Bolu Abant, Turki.
Tanggal 26 Maret 1963, gempa bumi di Wakasa Bay, Jepang.
Tanggal 26 Juli 1963, gempa bumi di Skopje, Yugoslavia, 1000 orang dinyatakan tewas.
Tanggal 26 Mei 1964, gempa bumi di South Sandwich Island.
Tanggal 26 Juli 1967, gempa bumi di Pulumur, Turki.
Tanggal 26 September 1970, gempa bumi di Bahia Solano, Colombia.
Tanggal 26 Juli 1971, gempa bumi di Solomon Island, East Papua NG.
Tanggal 26 April 1972, gempa bumi di Ezine, Turki.
Tanggal 26 Mei 1975, gempa bumi di Nort h Atlantic.
Tanggal 26 Maret 1977, gempa bumi di Palu, Turki.
Tanggal 26 Desember 1979, gempa bumi di Carlisle, Inggris.
Tanggal 26 April 1981, gempa bumi di Westmorland, USA.
Tanggal 26 Mei 1983, gempa bumi di Nihonkai, Chubu, Jepang.
Tanggal 26 Januari 1985, gempa bumi di Mendoza, Argentina.
Tanggal 26 Januari 1986, gempa bumi di Tres Pinos, USA.
Tanggal 26 April 1992, gempa bumi di Cape Mendocino, California, USA.
Tanggal 26 Oktober 1997, gempa bumi di Italy.
(Sumber: Dari berbagai blog dan berita,penulis tidak bertanggung jawab pada keabsahan informasi) Pertanyaannya, apakah ini hanya sebuah KEBETULAN atau sebuah KEBENARAN? bahkan para ahli-ahli teori konspirasi mengaitkan tanggal atau angka 26 ini dengan berbagai teori dan agama seperti:
Surat Al Baqarah (Ini surat ke-2 dalam Al-Quran) ayat 6 (bila digabung menjadi 26). Bunyinya begini: innaladzi nakafaru sawaunalaihim aandartukum amlamtundirhum laayu’minun.
Artinya: Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak akan beriman.(QS.2:6).
Mungkin teman-teman yang muslim dapat mengomentari teori konspirasi di atas. Sedangkan dari Alkitab, para ahli konspirasi tersebut pun mengutip sebuah ayat di kitab Hagai, yaitu "Sedikit waktu lagi maka Aku (Tuhan) akan menggoncangkan langit,bumi,laut dan darat" (Hagai 2:6). Itulah yang saya dapat dari blog-blog para ahli konspirasi yang mengaku mengerti agama juga.
Lalu, apa pendapat saya? gak penting memang, emang siapa kali saya sampai sok-sok berkomentar. Tapi hal ini sangat membuat saya menjadi penasaran ketika konspirasi ini dikaitkan dengan agama.
Pendapat 1: Hari kemarin adalah kenangan, hari ini adalah kenyataan dan hari esok adalah misteri. Jadi apa yang terjadi di hari kemarin hanyalah penambah data dalam bab riwayat bangsa ini. Kalaupun memang terjadi pas tanggal 26 mungkin itu sebuah kebetulan tapi kalau tidak, jangan dibetul-betulkan. Tsunami Aceh, Gempa Tasikmalaya dan Rubuhnya jembatak Kuker memang terjadi pada tanggal 26, sedangkan Gempa Yogyakarta, ternyata terjadi pada tanggal 27 Mei 2006, Tsunami Mentawai ternyata terjadi pada tanggal 25 Oktober 2010, Gunung Merapi sesungguhnya telah meletus dan mengeluarkan lava pada tanggal 25 Oktober. Jadi, agak meragukan teori konspirasi sialnya Indonesia, bahkan mengaitkan dengan kekalahan Timnas AFF dari Malaysia di first leg final tanggal 26 Desember 2010. Pasti pembaca mulai merasa LEBAY.
Pendapat 2: Saya tidak berkompeten mengomentari kaitan ayat dalam Al-Quran di atas. Namun pada ayat Alkitab yang ditarik dalam teori konspirasi tersebut saya ucapkan,"JANGAN ALAY DONG!!". Mengapa, karena Hagai 2:6 tidaklah benar begitu isinya.
Hagai 2:6 sesuai dengan janji yang telah Kuikat dengan kamu pada waktu kamu keluar dari Mesir. Dan Roh-Ku tetap tinggal di tengah-tengahmu. Janganlah takut! Hagai 2:7 Sebab beginilah Firman Tuhan semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat; Hagai 2:8 Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, Firman Tuhan semesta alam.
Yang intinya semua kejadian yang buruk ini semuanya akan mendatangkan jiwa-jiwa ke Rumah Tuhan..
Kalau mau berkonspirasi dengan Alkitab, bacalah kitab IMAMAT pasal 26 yang membahas tentang Berkat dan Kutuk. Dan pada ayat yang ke 6 tertulis "Dan Aku akan memberi damai sejahtera di dalam negeri itu, sehingga kamu akan berbaring dengan tidak dikejutkan oleh apapun; Aku akan melenyapkan binatang buas dari negeri itu, dan pedang tidak akan melintas di negerimu."
Semangat berkonspirasi, dan hidup mungkin kurang berwarna tanpa ada konspirasi-konspirasi tersebut.

Kamis, 01 Desember 2011

Berbagi cinta dan derita

Di sebuah bangku di lorong rumah sakit, aku terduduk menangisi diriku sendiri. Segala prahara bercampur aduk dalam pikirku yang ingin meledak. Segala tanda tanya menghantui hatiku. Mengapa semua ini harus terjadi padaku? Bagaimana aku bisa mendapatkan semua ini? Apa yang harus kukatakan kepada kedua orangtuaku? Apakah ini akhir dari hidupku? Mengapa Tuhan tidak adil padaku?
Tak ada suara Tuhan yang menjawab pertanyaanku. Hanya ada derap langkah para penghuni rumah sakit dan melodi dari gesekan roda-roda tua tempat tidur yang berjalan. Tuhan membisu hari itu!
Sudah 2 tahun sejak hari itu terjadi. 1 Desember 2009, aku didiagnosa mengidap HIV (Human Immunodeficiency Virus). Sebuah penyakit dimana virus HIV menghancurkan sistem kekebalan tubuh sehingga penderitanya rentan terkena infeksi. Sampai akhirnya penyakit ini dapat berkembang menjadi AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome). Sejak hari itu hidupku berubah. Aku gagal mendapatkan beasiswa untuk kuliah di salah satu universitas negri terbaik. Kawan-kawanku pun mulai menjauhiku. Bahkan selama satu tahun aku harus hidup di jalanan karena ayah mengusirku dari rumah. Hidupku hancur.
Semua itu berawal dari kisah cinta buta yang kurasakan. Sejak SMA kelas 1 aku telah berpacaran dengan abang seniorku kelas 3. Dia sosok yang gagah, pintar dan sangat mempesona. Hubungan kami berjalan dengan sangat baik. Dari sikapnya dia terlihat sangat serius denganku. Aku tahu, diluar sana pasti banyak gadis-gadis yang iri padaku.
Cerita cinta ini terus berlanjut meski sang kekasih hatiku harus melanjutkan kuliahnya di luar daerah. Sedih memang ditinggalkan olehnya, tapi aku bangga karena dia dapat beasiswa di sebuah universitas negri terbaik. “Aku akan selalu mendukungmu, aku akan selalu merindukanmu, aku akan selalu mencintaimu.” Itulah pesan terakhirku sebelum dirinya pergi.
Hari terus berlari, bulan berganti dan tahun bertambah. Cinta ini masih tetap miliknya dan rindu ini menumpuk untuknya.
Hingga suatu hari di bulan September 2009 ia tiba-tiba muncul di hadapanku. Tanpa banyak bertanya ku berlari mendapatkannya. Ku peluk erat tubuh yang telah lama menjadi semu di mataku. Tanpa banyak tanya, kuhabiskan semua rindu yang bertumpuk dengan dirinya. Ku puaskan hasrat cinta yang selama ini terpendam. Dan tanpa kami sadari, atau mungkin ini memang keinginan kami bersama, kami lewatkan malam berdua. Hanya berdua. Dengan intim. September ceria.
Namun September ceria itu sontak berubah menjadi kelam. Cinta yang kubanggakan ternyata telah buta. Sejak kejadian itu dirinya tak pernah bisa lagi kuhubungi. Dirinya seperti menghilang dari orbitku. Tak ada kabar tentang apa, bagaimana, sedang apa dan dimana dirinya. Aku kehilangan cintaku dan kehilangan kehormatanku yang kuberikan kepada cinta yang telah menghilang. Aku hancur.
Tapi yang membuatku lebih hancur, setelah mengetahui dirinya tidak pergi dari hidupku begitu saja, ia membagi kepadaku sebuah virus bernama Human Immunodeficiency Virus. Mungkin itu alasan dirinya datang, untuk berbagi cinta dan derita.
Semua itu hanya cerita lama dalam sekuel kehidupanku yang ingin kubagi untuk teman-teman semua.
Aku pernah menangis, merasa sepi dan hancur, tapi itu semua masa lalu yang membentuk diriku saat ini. Aku pernah protes pada Tuhan yang diam, tapi tenyata Tuhan tidak perlu berteriak untuk menjawab, karena Tuhan punya cara sendiri untuk menjawab doa setiap manusia.
Dan cinta..cinta telah hilang dan terluka, mungkin hanya waktu yang mampu menyembuhkannya, dan butuh seorang malaikat yang mau mengisi cintaku yang kesepian. Aku tak lagi menyalahkan cinta, sebab cinta tak bersalah. Cinta tidak menularkan virus HIV. Demikian juga nasehat, peraturan adat istiadat dan kondom tidak akan dapat mencegah penularan HIV, tapi hanya kesetiaan yang mampu. Setia untuk mencintai dengan tulus. Setia hanya pada satu pasangan cintamu. dan bercintalah karena kau mencintainya bukan untuk berbagi cinta dan derita!

Senin, 07 November 2011

Selamat Berkerabat

Selamat Berkerabat, demikianlah judul buku Seri Selamat ke-21, yang ditulis oleh Pdt.Andar Ismail. Buku ini sangat inspiratif bagi para pembacanya, dan menjelaskan teologis Kekristenan dengan cara sederhana namun bermakna. Jangan salah buku ini tidak hanya konsumsi seorang pendeta atau kristen, banyak juga mereka yang non-kristen membaca buku ini. Sebut saja Subhan Musnawar, yang komentarnya tertera disampul belakang buku ini,"Saya Muslim taat dan teguh, punya ribuan buku Islam, tetapi juga bangga punya koleksi Seri Selamat Kristiani."
Berikut salah satu potongan renungan dari 33 renungan yang ditulis oleh Andar Ismail.
Salat Subuh
Terdengar aneh. Pagi buta sebelum berangkat ke Malang untuk masuk sekolah teologi, saya salat (Ar. sholat) subuh. Ya, saya bertelut di atas tikar bersama si kakak. Kami berkiblat ke arah Mekah dan berdoa. Lho, mau sekolah pendeta kok salat lebih dulu?
Inilah ceritanya. Pagi-pagi sekali kami terbangun oleh dering beker lalu bersiap-siap. Si kakak akan mengantar saya ke Stasiun Gubeng. Sementara itu, saya duduk di tikar. Lalu si kakak menghampiri tikar dan bertelut di sebelah saya. Katanya,"A-an, Kakak salat subuh dulu." Lalu ia mulai menjalankan rukun Islamnya. Saya yang duduk di sebelahnya langsung ikut bertelut dan berdoa. Si kakak berdoa secara Islam sedangkan saya berdoa secara Kristen. Kamar itu sangat sunyi. Yang terdengar hanya bunyi detik beker.
Segera setelah itu saya naik becak memegangi koper sedangkan si kakak bersepeda. Ketika kereta api akan berangkat, dengan tenang dan penuh kesungguhan ia berkata,"A-an, tadi kakak mendoakan supaya A-an sekolahnya berhasil, supaya A-an jadi pendeta." Luar biasa. Saya didoakan seorang teman Muslim supaya menjadi pendeta.
............
Nah, tikar itulah yang menjadi fokus cerita ini. Di atas tikar itulah si kakak dan saya berdoa pada waktu salat subuh menurut keyakinan masing-masing. Cara berdoa kami berbeda dan keprcayaan kami juga berbeda, namun kami berpijak di atas tikar yang sama.
Bukankah permukaan bumi ini ibarat sehelai tikar yang luas? Di tikar ini umat manusia dari puluhan macam agama berdoa: Shinto, Tao, Jain, Zoroasti, Yahudi, Sikh, Kejawen, Bahai, Kong Fu Zi, Hindu, Zen, Buddha, Islam, Kristen, dan lain-lain. Belum lagi mazhabnya.
Lalu doa agama mana yang didengar Allah? Agama manan yang diakui Allah? Ajaran mana yang resmi atau sah?
Masakan Allah sepicik itu sehingga IA membuat pembedaan? Masakan Allah menganggap ajaran ini resmi sedangkan ajaran itu kurang resmi? Oleh sebab itu, siapa gerangan berhak mengatasnamakan Allah dengan mengatakan ini ajaran benar itu ajaran sesat?
Sungguh arogan bila kita merasa mempunyai hikmat atau akal budi bijak tentang Allah. Para pengarang Kitab Amsal Salomo mengecam para pemuka agama yang merasa mempunyai hikmat tentang Allah. Tulisnya,"Janganlah engkau menganggap dirimu sendiri bijak..." (Ams. 3:7). Allah adalah misteri sehingga tidak ada hikmat manusia yang dapat mengukur penilaian Allah. Semakin mendalam kita berteologi, semakin kita akui bahwa pengetahuan kita tentang Allah merupakan hanya satu perspektif di antara sekian banyak perspektif lain. Dalam buku PENYATAAN ALLAH, AGAMA, DAN KEKERASAN terbitan BPK Gunung Mulia, Leo Lefebure menulis bahwa teologi semua agama adalah DOCTA IGNORANT, yaitu ketidaktahuan yang merasa tahu.
Di atas tikar itu si kakak dan saya menghadap Allah dengan perspektif masing-masing yang berbeda. Kami memang berbeda, namun kami berpijak di atas tikar yang sama.
Demikian sepenggal renungan dari Andar Ismail. Dalam renungan ini Andar Ismail mengajak kita untuk saling menghargai perbedaan yang terjalin di antara kita. Tidak ada Si Kristen, Si Islam, Si Buddha atau lainnya, tapi pandanglah mereka semua sebagai seorang manusia ciptaan Allah. Manusia dengan segala bentuk pribadi dan privasi. Agama adalah suatu hak pribadi setiap insan, dan Keyakinan adalah privasinya. Adalah mutlak menurut saya kita semua harus fanatik terhadap keyakinan kita, namun jangan kita sampai fanatik terhadap agama kita!
SELAMAT BERKERABAT & SEMANGAT HIDUP DAMAI..