Jumat, 04 November 2011

FIKSI atau FAKTA??

Ada banyak ungkapan-ungkapan yang sering ducapkan ataupun kejadian-kejadian unik dalam kehidupan sehari-hari. Seperti sebuah ungkapan yang telah sering kita dengar seperti "mata itu jendela hati" atau yang sering kita nonton di pilem-pilem seperti adegan seseorang yang merokok lalu mengeluarkan asapnya lewat telinga.
Hal inilah yang sedikit membuat saya penasaran dan ingin mencari fakta tentang itu semua berdasarkan ilmu kedokteran yang saya pelajari, berikut fakta atau fiksi dari ungkapan atau kejadian unik berikut:
1. Ungkapan: Mata adalah jendela Hati.
Ungkapan ini sangat tepat jika kita melihatnya dari sudut pandang Psikiatrik. Hati yang dimaksud disini adalah hati yang menjadi pusat perasaan manusia atau lebih tepatnya Jiwa, dalam kondisi perasaan tertentu-senang,sedih,takut,marah kita dapat mengetahuinya melalui mata orang tersebut. Namun pernyataan ini sedikit keliru sebab hati bukanlah tempat pusat perasaan seseorang, jadi lebih baik kita sebut Mata adalah jendela Jiwa.
Namun berdasarkan ilmu eksak kedokteran ungkapan ini dapat dibenarkan, jadi bisa kita sebut FAKTA mengapa demikian? Karena untuk mengetahui seseorang terkena penyakit hati (organ manusia, bukan berarti perasaan atau jiwa) seperti hepatitis atau sirosis hepatis atau penyakit hati lainnya, kita dapat melihat matanya, jika terlihat mata yang berwarna kuning maka mengindikasikan terjadi gangguan di hati.
2. Kejadian unik: Menangis Darah
Ungkapan ini memang kesannya horor, apalagi kalo kejadian ini dimainkan disebuah pilen dengan peran seorang setan perempuan berbaju putih, berwajah pucat dan dari matanya keluar air mata darah. Berdasarkan ilmu yang saya pelajari air mata berupa darah itu tidak ada, akan tetapi keluarnya darah ketika menangis itu mungkin saja terjadi.
Hal ini dikarenakan adanya saluran yang menghubungkan antara hidung dengan mata, yaitu ductus nasolacrimalis. Jadi kejadian ini bisa saja terjadi, misalnya pada seorang anak yang menangis karena mimisan lalu menghisap darah mimisnya, maka dara tersebut dapat memasuki saluran menuju mata dan terjadilah menangis darah. Hanl ini sangat jarang terjadi bahkan mungkin tak pernah, tapi mungkin untuk terjadi. Jadi ini sebuah FAKTA
3. Kejadian unik: Asap rokok keluar dari telinga.
Pastinya kita semua pernah melihat adegan di sebuah pilem dimana ada orang merokok dan keluar asapnya dari hidung dan telinga. Jika asap itu keluar dari hidup itu merupakan hal yang fisiologis, dikarenakan adanaya hubungan antara hidung dan mulut di tenggorokan. Namun lain halnya jika keluar dari telinga, secara anatomis memang ada saluran penghubung antara mulut dengan telinga melalui tuba Eustachius yang terdapat di tenggorokan (faring). Namun walaupun tuba tetapi hanya menghubungkan ke telinga tengah, sedangkan telinga tengah dan telinga luar dipisahkan gendang telinga (Membran Tympani). Jadi tidak memungkinkan hal ini terjadi, kecuali jika terjadi lubang pada gendang telinga. Berarti ini FIKSI
4. Kejadian unik: Memegang dada sebelah kiri
Apa yang salah dengan memegang dada sebelah kiri?? Anda pasti pernah melihat seorang cowok yang sedang merayu ceweknya berkata,"hatiku akan seslalu milikmu", sambil berkata demikian cowok itu memegang dada sebelah kirinya seolah menunjukkan hatinya berada di sebelah kiri. Anda juga pasti pernah melihat vokalis Lyla band menyanyikan lagu jantung hatiku, sambil menepuk-nepuk dada kirinya. Atau anda pernah melakukan hal demikian?? Kalau anda salah satu yang melakukan hal itu segera 'bertobatlah', sebab anda keliru. Hati yang anda maksud adalah Jiwa atau perasaan, dan dalam ilmu anatomi, jiwa tidak memiliki struktur dan letak dalam tubuh manusia, sehingga tak dapat dijelaskan secara anatomi. Jika yang anda maksud hati (Hepar,Liver) adalah organ hati dalam tubuh manusia, anda juga keliru sebab organ hati terletak di perut kanan atas. Lalu apa yang ada di dada kiri? Jawabannya adalah jantung, dan memang dalam bahasa inggrin jantung disebut Heart, yang dapat juga diartikan dalam bahasa Indonesia sebagai hati(perasaan). Namun secara ilmu anatomi hal ini tidak tepat, jadi bisa kita sebut ini sebuah FIKSI. Ada pertanyaan?? :)

Kamis, 03 November 2011

Bocah Leukimia menikah; Cinta Monyet atau Cinta Tulus??

Semalam saya menonton sebuah acara di tipi nasional yang menampilkan pernikahan 2 bocah penderita leukimia. Awal mendengar judul yang diberikan oleh program acara tersebut bahwa ini adalah pernikahan unik sebagai pengantin termuda, yang ada dalam bayangan saya adalah seperti sebuah lawakan, namun setelah mendengar alasan lebih lanjaut tentang pernikahan tersebut akhirnya saya mengerti alasan pernikahan tersebut.
Terdengar humoris tapi sangat romantis dan berakhir tragis..itu gambaran saya tentang pernikahan tersebut. Berikut informasi tentang pernikahan tersebut.
Hidup Jayla Cooper, 9, tinggal menghitung pekan, karena penyakit leukemia yang menggerogoti tubuh mungilnya. Namun gadis cilik itu menghadapi kematian secara luar biasa. Ia menikahi bocah pengidap penyakit yang sama.
Jayla menikahi Jose Grigss, yang dua tahun lebih muda, Minggu (22/2). Mungkin banyak yang mempertanyakan keputusan dua bocah itu . Namun, menilik latar belakang kehidupan mereka, orang akan melihat alasan yang tragis. Jayla dan Jose mencoba mencecap sedikit kebahagiaan sebelum ajal datang.
Pernikahan Jayla dan Jose berlangsung Minggu (22/2) di Grapevine, Texas. Rencana pernikahan ini disusun dalam waktu kurang dari satu minggu. Pernikahan berlangsung khidmat. Pengantin perempuan yang berpakaian putih-putih berjalan di sepanjang altar, menghampiri pengantin pria menunggunya. Jayla didampingi ibunya, Jerrod Cooper.
Saat berdiri berdampingan, keduanya pun resmi dinyatakan sebagai “teman untuk selamanya”. Detik-detik ini cukup mengharukan bagi Jayla, setelah ia diberitahu hidupnya tinggal beberapa minggu lagi. Pernikahan ini menjadi perayaan kehidupan dan persahabatan di antara keduanya.
“Saya mencintainya dan momen ini penting artinya bagi saya. Ini merupakan hal yang tidak ingin terlewatkan begitu saja atau hanya bisa dibayangkan,” ujar Jayla bahagia.
Baik Jayla dan Jose didiagnosa menderita leukemia dua tahun yang lalu. Keduanya sering bertemu saat menjalani pengobatan di Rumah Sakit Medis Anak-Anak di Dallas. Kondisi Jose lebih baik dibanding Jayla, ia berangsur-angsur membaik. Sedangkan Jayla tidak.
“Kami tidak pernah menyangka akan menikahkan Jayla di usianya yang masih menginjak sembilan tahun. Namun ia mengajarkan pada kami bagaimana cara mencintai satu sama lain dan tabah dalam menghadapi apapun,” ujar Lisa.
Kedua keluarga mempelai dan rekan-rekannya larut dalam pesta perayaan pernikahan Jayla dan Jose. “Jose mengerti apa yang akan terjadi. Ia tahu Jayla akan pergi ke tempat yang lebih baik,” ungkap Charla Griggs, ibu Jose.
Orangtua Jose mengaku senang memiliki menantu seperti Jayla, karena ia ikut menyemangati Jose dalam proses penyembuhannya. “Jayla bisa membawa perubahan dan membuka diri Jose. Sesuatu yang belum pernah saya lihat sebelumnya. Ia kini menjadi sosok yang cerah, bahagia dan bisa menerima keadaan,” timpal Lawrence Griggs, ayah Jose.
Mengingat waktu Jayla tinggal sebentar lagi, pihak keluarga berusaha menikmati setiap menit bersamanya. Orangtua Jayla berusaha memenuhi segala keinginannya. “Saya akan memberikannya dan terus memberikannya. Saya tidak tahu apa lagi yang bisa saya lakukan untuknya. Ia baru berusia sembilan tahun,” ujar Lisa berkaca-kaca.
Lisa mengaku tak tahu bagaimana perasaannya saat ini. Di satu sisi ia bahagia, namun di sisi lain ia sangat sedih karena sebentar lagi putrinya akan pergi untuk selama-lamanya. Sehingga ia akan manfaatkan waktu yang tersisa. Tak ketinggalan ia berpesan pada para orangtua dimanapun berada.
“Tunjukkan pada anak-anak, Anda mencintai mereka setiap saat dalam hidup ini. Karena Anda tidak akan tahu apa yang akan terjadi kemudian,” ujar Lisa.
Para orangtua akan mengantar Jose dan Jayla ke Great Wolf Lodge untuk berbulan madu.
Akhirnya Rabu (1/4), Jayla Cooper meninggal dunia. Ia meninggal dunia kurang lebih satu setengah bulan setelah menikah. Sungguh pernikahan dibawah umur yang sangat mengharukan.
Jika saya adalah Jose Griggs, mungkin ketika saya diajak menikah oleh Jayla saya tak akan mengerti apa itu arti sebuah pernikahan, mungkin dalam otak Jose saat itu hanyalah, Jayla sebentar lagi akan pergi meninggalkan dirinya, mereka tak akan bisa bertemu lagi, dan Jayla ingin Jose merayakan pertemanan mereka untuk saling berbagi bahagia dalam suka dan duka.
yaa..saling berbagi bahagia, itulah cinta yang sebenarnya. Jayla selalu menyemangati Jose, dan Jose memberi hal terindah yang diinginkan Jayla. Cinta monyetkah?? atau inilah Cinta sejati yang tulus?? tanpa memandang usia mereka. Seperti yang saya bilang di awal terdengar humoris tapi sangat romantis dan berakhir sungguh tragis..
Dan yang paling romantis,Jayla mengungkapkan cintanya kepada Jose saat mereka berbaring tak berdaya di rumah sakit
“kamu sangat tampan,aku sangat mencintaimu”.ujar Jayla.
sumber berita: www.surya.co.id www.forum.vivanews.com

Rabu, 02 November 2011

Patogenesis TB Paru

Patogenesis TB Paru: 1. Saluran napas merupakan port d'entree infeksi M.tuberculosa. Karena ukurannya yang sangat kecil, droplet nuclei yang terinhalasi dapat mencapai alveolus. Masuknya kuman TB ini segera diatasi oleh mekanisme imunologis non spesifik. Makrofag alveolus akan memfagosit kuman TB. Jika makrofag kalah, kuman TB akan berkembang dalam makrofag dan kemudian akan membentuk koloni, yang disebut sarang primer atau Fokus Primer GHON.
2. Dari Fokus Primer, kuman TB menyebar melalui saluran limfe menuju kelenjar limfe regional, yaitu kelenjar limfe yang memiliki saluran limfe ke lokasi Fokus Primer. Jika Fokus Primer terletak di lobus paru media atau inferior, kelenjar limfe yang terlibat adalah kelenjar paralimfe parahilus, sedangkan jika Fokus Primer terletak di lobus superior, yang terlibat adalah Kelenjar Paratrakeal. Penyebaran ini menyebabkan Limfangitis dan Limfadenopati. Fokus Primer + Limfangitis + Limfadenopati disebut Komplex Primer. Waktu yang diperlukan sejak masuknya kuman TB hingga terbentuknya Komplex Primer secara lengkap disebut sebagai masa inkubasi TB, biasanya 4-8 minggu.
3. Sejak terbentuk Komplex Primer, infeksi TB Primer telah terjadi. Hal tersebut ditandai oleh terbentuknya hipersensitivitas terhadap tuberkuloprotein, yaitu timbulnya respon terhadap uji tuberkulin.
4. Setelah imunitas seluler terbentuk, Komplex Primer akan mengalami salah satu hal sebagai berikut:
a) sembuh tanpa meninggalkan cacat (Restirution ad integrum)
b) sembuh dengan meninggalkan cacat (Ghon, garis fibrotik, sarang perkapuran di hilus)
c) menyebar dengan cara:
# Perkontinuitatum; contoh limfadenopati di hilus sehingga menyebabkan penekanan bronkus lobus media, berakibat atelektasis. Kuman TB akan berjalan sepanjang bronkus yang tersumbat menuju lobus yang atelektasis dan menimbulkan peradangan pada lobus yang atelektasis, hal ini disebut Epituberkulosis. Pembesaran kelenjar limfe di leher dapat menjadi abses disebut Skrofulodrma. Penyebaran ke pleura menyebabkan efusi pleura.
# Bronkogen ke paru bersangkutan atau paru sebelahnya. Atau tertelan bersama dahak sehingga terjadi penyebaran di usus.
# Menyebar secara limfogen atau secara hematogen (dapat menyebabkan TB Millier)
Fokus Primer di paru dapat menyebar dan menyebabkan pneumonitis atau pleuritis fokal. jika terjadi nekrosis perkejuan yang berat bagian tengah lesi akan mencair dan kelur melalui bronkus (saat batuk) sehingga menimbulkan rongga di jaringan paru (Kavitas). Kuman TB dapat tetap berada dalam fokus lesi dalam bentuk dorman, yang dapat teraktivasi kembali. Fokus potensial di apeks paru disebut Fokus Simon. Fokus ini bertahun-tahun kemudian dapat aktif kembali bila daya tahan tubuh penderita menurun.
5. Setelah bertahun-tahun, jika kondisi imun seseorang yang pernah terkena infeksi TB primer menurun, kuman TB yang dorman dapat teraktivasi kembali, yang disebut sebagai TB Post Primer. Reaktivasi terjadi selain karena imun yang menurun juga dapat terjadi jika ada reinfeksi. Karakteristik TB Post Primer adalah adanya kerusakan paru yang luas dengan kavitas, hapusan dahak BTA (+), lesi pada lobus superior, umumnya terdapat limfadenopati intratorakal. TB Post Primer dimulai dari sarang dini pada segmen apikal lobus superior atau lobus inferior. Awalnya sarang pneumonik kecil. Kemudian sarang ini dapat mengalami:
1) Diresorbsi dan sembuh dengan tidak meninggalkan cacat
2) Sarang meluas, kemudian sembuh dengan fibrosis dan perkapuran dapat aktif kembali, lalu dapat terjadi perkejuan dan menjadi kaviti.
3) sarang pneumonik meluas, terjadi perkejuan lalu terbentuk kaviti. Kaviti akan mengalami:
a) meluas dan menimbulkan sarang baru
b) memadat dan membungkus diri, disebut tuberkuloma
c) menyembuh (open healed cavity) atau menciut (stellate shape)